Efek Tol bagi masyarakat…

Efek Tol bagi masyarakat…

Kalau melihat tol Sumatra atau Lintas Jawa, mengingatkan saya pada film Cars 1.

Difilm itu, sebelum jalan penghubung interstate dibangun, sebuah kota kecil selalu menjadi tempat transit bagi mereka yg bepergian dan memberikan penghidupan bagi warganya. Namun setelah jalan interstate itu selesai dibangun, para pelancong melupakan kota kecil itu sehingga banyak toko yg tutup dan kota itu hampir menjadi kota hantu.

Scene difilm itu juga sedang dan sudah terjadi di Indonesia ini. Sebagai contoh adalah Toll Cipularang. Sebelum tol Cipularang dibangun, banyak warung makan dan jajanan selalu dipenuhi oleh pembeli dan pengunjung yg bepergian ke Bandung dan wilayah disekitarnya mlalui jalur tersebut. Namun, setelah tol selesai dibangun, pendapatan pemilik warung makanan dan jajanan menurun drastis dan beberapa sudah mulai gulung tikar.

Sama halnya di Pulau Sumatra sudah murahnya tiket pesawat domestik, kini dihantam pula dengan adanya jalan tol. Maka pendapatan para pemilik warung makan dan jajanan disepanjang Jalan Lintas Tengah dan Timur Sumatra yg merupakan urat nadi pendapatan warga sekitar dan para pengusaha otobus yg melayani Jalur Jawa-Sumatra, menurun drastis dan bahkan banyak yg mengalami gulung tikar.

Kalau Si Anu mengatakan pembangunan infrastruktur yg dilakukan berpihak ke rakyat kecil, rakyat kecil mana yg diwakilkan? Kok banyak yah yg tidak merasakan keberhasilan pembangunan infrastruktur yg digadang-gadangkan Si Anu….

Kalau ada yg komen mana data valid dan bla…bla…tolong ga usah minta data statistik yg macam-macam. Banyak hal dalam hidup ini yg tidak bisa dihitung dengan statistik.

Apa yg saya tuangkan ini saya dapat dari masyarakat langsung.

 

Tulisan oleh: shanaou96

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *